Bidik Strategi Operator Songsong 2012

Tahun ini banyak sekali dinamika dalam dunia layanan telekomunikasi Indonesia, berikut juga kasus-kasus yang menjadi polemik di masyarakat. Bagaimana di 2012?
Beberapa operator penyedia layanan telekomunikasi besar di negeri ini sempat mengalami beberapa kasus besar tahun ini, seperti penyedotan pulsa, pemogokan karyawan, pengaturan kanal seluler dan masih banyak lagi. Berikut merupakan pemaparan proyeksi mereka untuk 2012, dari Telkomsel, XL dan Indosat.
Kasus pencurian pulsa oleh para content provider (CP) nakal yang terafiliasi dengan para operator merupakan salah satu kasus yang mendapat banyak sorotan. Beruntung Saat ini para operator sudah berada pada tahap penyelesaian kasus ini.
“Indosat saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak ATSI (Asosiasi Telepon Selular Indonesia) dan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) untuk penyelesaian kasus ini,” ujar Djarot Handoko, Division Head Public Relations Indosat, kepada Inilah.com, Jakarta, Kamis (29/12/2011).
Sementara Ricardo Indra, GM Corporate Communication dari Telkomsel, mengatakan bahwa Telkomsel sudah menindak tegas setiap content provider yang terbukti melanggar Perjanjian Kerjasama (PKS) yang menimbulkan kerugian bagi pelanggan.
“Telkomsel dengan penyedia konten memiliki perjanjian kerjasama yang mengatur hubungan bisnis di antara keduanya. Kami menjalankan model bisnis yang berpijak kepada etika bisnis dan aturan hukum yang berlaku,” ujar Indra.
“Selain itu, Telkomsel juga mengembangkan model bisnis yang saling menguntungkan dengan berbagai mitra dan secara konsisten melaksanakan mekanisme reward and punishment,” tambahnya.
XL Axiata pun menyatakan hampir sama dengan kedua operator di atas. “Kami terus melanjutkan proses kasus ini dengan pihak-pihak terkait seperti BRTI, ATSI dan lain-lain. Semua CP yang bekerjasama dengan kami pun sudah kami laporkan datanya kepada mereka,” ujar Henry Wijayanto, Public Relations Manager dari XL.
Pada 2011 para operator juga saling berlomba-lomba untuk meluncurkan produk-produk baru, demi menggaet para pengguna baru, tidak terkecuali bagi Indosat dan Telkomsel, yang terang-terangan akan ‘jor-joran’ untuk layanan mereka.
“Indosat berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan kepada para pelanggan, untuk menghadirkan berbagai inovasi bagi setiap segmen pelanggan, baik itu voice, SMS, data ataupun kombinasi ketiganya,” kata Djarot.
Pihak XL melalui perwakilan Henry pun turut mengiyakan bahwa persaingan akan semakin berat tahun 2012 nanti di persaingan antar operator.
Sementara Telkomsel berencana untuk menghadirkan berbagai produk dan layanan yang berkaitan dengan tema lifestyle. “Telkomsel akan menghadirkan beragam produk dan layanan dengan inovasi mobile lifestyle terbaru bagi pelanggannya di 2012,” ujar Indra.
Lalu untuk tahun depan masing-masing operator tentunya akan menargetkan banyak jumlah pengguna baru, sebagai skala kesuksesan sebuah perusahaan. “Kami belum bisa memberikan data angka yang bersifat target ke depan, terkait dengan posisi kami sebagai perusahaan publik,” kata Djarot yang mewakili Indosat.
Telkomsel sendiri yang banyak disebut sebagai ‘operator terbesar’ saat ini mengaku telah memiliki 105 juta pelanggan. “Untuk 2012, Telkomsel menargetkan pertumbuhan customer base sekira 10 persen,” jawab Indra.
Langkah-langkah strategi yang diterapkan masing-masing operator pun berbeda-beda. Ada yang memakai strategi baru, ada juga yang memakai strategi lawas.
“Secara umum Indosat akan fokus pada strategi segmentasi yang telah diterapkan beberapa waktu yang lalu. Dengan strategi ini diharapkan akan tercipta diferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kami juga akan terus memberikan produk dan program pemasaran yang semakin inovatif, penyediaan distribusi kartu prabayar dan voucher isi ulang secara terintegrasi sampai ke daerah-daerah,” papar Djarot.
Bagaimana dengan Telkomsel? Pihak Telkomsel mengaku akan tetap akan fokus pada layanan mobile lifestyle yang menghadirkan kenyamanan dan kelulasaan berkomunikasi di era digital.
“Fokus pada roadmap teknologi di industri selular untuk memberikan kualitas layanan terbaik juga menjadi perhatian tersendiri. Pembangunan broadband cities menjadi 100 kota merupakan target realistis yang dapat terwujud, ditambah dengan proyeksi pertumbuhan jumlah pelanggan data Telkomsel yang akan mencapai 66 juta,” jelas Indra.
“Telkomsel juga mendukung terwujudnya cashless society di Indonesia dengan menargetkan 10 juta pengguna T-Cash/ e-money,” timpalnya. Apalagi? Layanan data! Segmen inilah yang saat ini harus banyak diperhatikan oleh para operator, mengingat semakin banyaknya pengguna yang beralih ke smartphone, yang tentunya membutuhkan jaringan layanan data yang baik.
“Khusus tentang layanan data, ke depannya bisnis data memang akan bertumbuh seiring dengan pertubumbuhan ekonomi Indonesia, di mana Indosat terus melakukan inovasi dan juga fokus pada komunikasi data, seiring dengan tren penggunaan layanan data yang semakin tinggi,” jelas Djarot.
Sementara jawaban dari Telkomsel pun lebih detil dan rinci. “Layanan data diperkirakan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sedangkan untuk basic service (voice dan SMS) tetap masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, khususnya pelanggan Telkomsel, dalam menikmati layanan komunikasi selular.” Indra.
Selama 2011, trafik Telkomsel di hari-hari normal trafik suara 936 juta menit, trafik SMS 763 juta SMS dan trafik layanan data 107 tera bytes. Saat perayaan Natal 2011 kemarin, Telkomsel mengalami lonjakan trafik komunikasi yang cukup signifikan, di antaranya trafik suara 1,93 milyar menit, trafik SMS 1,80 miliar SMS dan trafik layanan data: 228 tera bytes.
Pihak XL juga menyatakan bahwa pengguna seluler mereka pada kuartal tiga 2011 adalah sekira 43,4 juta pengguna. “Sementara pengguna layanan data di kami adalah sebesar 24 juta orang. Lalu pengguna BlackBerry yang menggunakan layanan data XL untuk tahun ini adalah sebesar 1,5 juta,” papar Henry.
“Target XL tahun depan adalah bagaimana cara agar pengguna layanan data kami bisa sama besarnya dengan jumlah pengguna seluler kami,” tambah Henry. Ketika ditanya apakah paket-paket bundling XL tahun depan, Henry menjawab bahwa mereka akan tetap melakukan hal tersebut, karena itu merupakan faktor pemicu pendorong pertumbuhan pengguna layanan data mereka.
Dengan pemaparan oleh para operator tersebut, diharapkan bahwa ke depannya khususnya 2012, layanan mereka semakin baik di masyarakat. [mdr]
sumber : inilah.com


